ShareIslam: Edukasi
News Update
Loading...
Showing posts with label Edukasi. Show all posts
Showing posts with label Edukasi. Show all posts

Sunday, 16 July 2017

Shalatlah

Shalatlah


Shalatlah, kawan

Aku tahu, shalat wajib seringkali menjadi rutinitas yang berat untuk dilakukan. Terutama di kalangan generasi muda, di mana dunia mereka sangat dibentuk oleh gadget dan lingkaran pertemanan. Maka saat mereka tenggelam di dalam ‘dunia’ itu, segala sesuatu di luar itu menjadi tidak relevan. Segalanya. Termasuk Islam sekalipun, termasuk shalat sekalipun.

Maka, akan aku katakan padamu sekali lagi: shalatlah, kawan.

“Ah, khalid… mengapa aku harus shalat?

Jujur saja, shalat itu tidak seru. Monoton. Tidak seasyik bergadget ria, bersosmed, dan berkumpul dengan teman yang penuh canda dan tawa. Hidupku sudah cukup dengan itu.

Aku tidak akan bohong, aku tidak menemukan alasan yang kuat mengapa aku harus shalat.”

Ah, itu pertanyaan yang sangat bagus. Jujur pula. Tidak perlu khawatir, kawan, saat aku jauh lebih muda, aku juga kesulitan menemukan alasan yang kuat mengapa aku harus shalat. Aku mengerti itu. Faktanya, aku menghabiskan separuh hidupku untuk mencari alasan itu.

Alhamdulillah, seiring waktu, akhirnya aku menemukan alasanku sendiri. Apakah alasan ini berlaku untukmu? Entahlah. Namun akan aku ceritakan padamu.

***

Mengapa harus shalat? Apakah karana ia wajib? Shalat memang wajib, tetapi ada alasan yang lebih kuat dari itu.

Apa karena shalat mendatangkan pahala? Itu betul, tetapi ada alasan yang lebih kuat dari itu.

Apa karena shalat adalah salah satu syarat utama masuk surga dan bila ditinggalkan masuk neraka? Itu juga betul, tetapi ada alasan yang lebih kuat dari itu.

“Wajib”, “dosa”, “pahala”, “surga”, dan “neraka” adalah lima alasan yang kerap ditekankan orang-orang di sekitarku saat mereka menasehatiku untuk shalat. Namun, aku mendapati tidak ada satupun dari alasan itu yang benar-benar membuatku tertarik untuk shalat. Aku malah takut dibuatnya, terutama alasan “dosa” dan “neraka”, yang alih-alih memotivasi, malah membuatku meringkuk gemetaran dan jauh dari shalat.

Padahal, ada satu alasan lagi. Dan ini, bagiku, adalah alasan yang terkuat.

Shalat dilakukan… karena ia membuatmu bahagia.

Itu.

Itu alasannya.

Shalat itu membahagiakan karena sifat alami dunia ini.

Kamu tahu, dunia ini diciptakan untuk memaksa kita berlari. Bahkan tidak sekedar berlari, tetapi berlari sangat kencang. Demi mengejar cita-cita, ambisi, dan pencapaian-pencapaian lain. Demi meraih “standar hidup bahagia” yang diciptakan oleh para manusia, yang notabene makhluk-makhluk yang sangat egois.

Namun berlari terlalu kencang juga punya resikonya, kawan, yaitu rentan tersandung dan terjatuh. Lalu tersungkur menyakitkan. Meninggalkan luka dan lebam di sekujur tubuh yang mungkin tak akan sembuh dalam waktu singkat.

Kalau pun kamu tidak tersandung, sudah pasti kamu akan kelelahan. Otot-otot akan kram. Peluh di pelipis akan jatuh melewati bulu mata menuju bola mata dan mengaburkan pandangan. Kamu akan berpikir, sebaiknya berhenti berlari saja. Tidak perlu melanjutkannya lagi. Diam saja di tempat seperti patung yang mati.

Tidak ada yang mau terjatuh atau hanya diam saja, kan?

Maka itu, shalat wajib lima waktu ada sebagai REM dari larimu itu.

Supaya larimu yang beringas dan tak terkendali itu melambat dan terjaga pada kecepatan yang wajar. Membuat ritme langkahmu lebih teratur, pun staminamu terjaga sehingga kamu tetap semangat untuk terus berlari, minimal berjalan maju.

Dan mana kala ada persimpangan di hadapanmu, kamu bisa melambat sejenak dan merenung: arah mana yang harus kamu ambil? Apakah kanan, kiri, atau arah yang lurus?

Tidak semua jalan mengantarkanmu pada tujuan, kawan. Banyak sekali di antaranya membuatmu linglung, tak tahu harus kemana. Maka shalat akan membantumu menentukan arah dan memantapkannya. Kebahagiaan pun akan datang dari sana.

Dan sungguh, kawan, bila shalat membuatmu bahagia, apa kamu butuh alasan lain untuk melakukannya? Tidak perlu, kan? Tidak ada manusia yang tidak menyukai kebahagiaan.

“Benarkah itu, khalid? Aku masih ragu… Toh, aku sudah cukup bahagia tanpa shalat. Bersama teman-temanku sudah cukup membahagiakan.”

Ah, pertemanan itu memang membahagiakan. Ia salah satu hal terindah. Namun seindah-indahnya pertemanan, sifatnya sementara. Teman itu datang dan pergi. Kebahagiaan yang datang darinya itu naik turun. Banyak jeda ‘kosong’ di antaranya. Pun sama halnya dengan banyak aktivitas lain di dunia ini.

Namun dari shalat, bahagia yang datang darinya tak lekang. Awet.

Kamu tahu? Satu waktu shalat yang ikhlas dan tuma’ninah bisa mendatangkan kebahagiaan untuk hari ini, besok, minggu depan, hingga bulan-bulan berikutnya. Ini terbukti. Bukan teori atau manis kata. Efeknya... luar biasa. Tidak ada yang seperti ini.

Inginkah merasakan sensasi menggiurkan itu?

Shalatlah dan buktikan sendiri.

- Khalid -

Thursday, 13 July 2017

Guru yang Tidak Piawai atau Murid yang Sombong?

Guru yang Tidak Piawai atau Murid yang Sombong?

Guru yang Tidak Piawai atau Murid yang Sombong?

Pernahkah ikut majelis ilmu, tetapi kamu sulit mengerti apa yang disampaikan oleh si pengajar? Lalu kamu kesal karenanya? Aku pernah.

Beberapa tahun yang lalu, masjid dekat rumahku kerap memanggil seorang ustadz yang satu ini. Baik ketika Ramadhan maupun hari-hari biasa. Dia spesialis di bidang ilmu tafsir dan tazkiyatun nafs (pembersihan jiwa). Sepertinya, beliau adalah favorit masjid ini. Soalnya dia punya jadwal tetap mingguan.

Sayangnya, aku tidak pernah menyukainya. Bukan karena tabiatnya menyebalkan. Bukan. Namun, karena aku tidak pernah mengerti isi ceramahnya.

Ceramah oleh ustadz lain biasanya lebih mudah aku serap. Namun, tidak untuk ustadz yang satu ini. Menurutku, dia bertutur kata terlalu cepat, sehingga maknanya sulit aku tangkap. Intonasinya juga kadang terlalu berapi-api, seakan sedang memarahi para hadirin. Dan aku sama sekali tidak suka itu.

Alih-alih mendapat ilmu, aku justru kesal padanya. Aku dengar dia lulusan S3 luar negeri, tetapi kok cara mengajarnya payah sekali? Paling hanya 5% dari ceramahnya yang bisa aku mengerti.

Yang lebih mengherankan, mengapa dia paling sering dipanggil ke masjid ini? Padahal banyak yang lebih baik. Aku pun semakin kesal, tetapi ku pendam saja. Soalnya, beliau adalah salah satu penceramah favorit bapakku.

Lalu, waktu pun bergulir. Aku belajar lebih banyak hal sejaknya.

Tahun lalu, aku diajak ke masjid oleh bapak untuk shalat maghrib. Bapak bersemangat karena ustadz-yang-aku-kesal-padanya itu akan memberikan ceramah. Ternyata beliau masih sering di undang ke masjid. Kalau tidak salah, waktu ceramahnya adalah ba’da maghrib. Aku pun menuruti ajakan bapak. Meski pernah kesal pada si ustadz, aku coba menetralkan perasaan. Niatku adalah menuntut ilmu.

Waktu itu, Si ustadz-yang-aku-kesal-padanya biasa berceramah dengan menggunakan notebook dan LCD projector. Metode yang cukup unik, karena di masjid ini cuma dia yang memakainya. Ada sih yang lebih unik. Namun lain kali saja ku ceritakan.

Singkat cerita, Si ustadz-yang-aku-kesal-padanya pun memulai ceramahnya.

Kawan, di luar dugaan, kali ini aku mengerti isi ceramahnya! kata-katanyasatu per satu masuk ke dalam kepalaku dengan lancar. Bahkan sebagian di antaranya menggetarkan hatiku. Membuat bulu kuduk berdiri. Kata-katanya seakan beresonansi dengan apa yang telah aku pelajari beberapa tahun terakhir.

Aku tertegun. Aku bisa mendapat pemahaman dari orang yang pernah aku kesali, aku sinisi, dan aku cela cara mengajarnya beberapa tahun lalu. Siapa sangka?

Dari sini, aku dapat sebuah pelajaran berharga. Saat aku merasa kesulitan menerima sebuah ilmu, aku malah congkak. Yang ku lakukan justru mencari kesalahan si pengajar. Mencela cara mengajarnya, bahkan gesturnya. Konyol sekali. Padahal, faktanya aku memang masih bodoh. Ilmuku belum sampai sana. Sesederhana itu.

Mungkin bisa menjadi nasehat bagimu. Jangan sampai egomu menghalangi naluri belajarmu. Senantiasa merendah dalam belajar. Kalau belum paham, mungkin usahamu yang perlu diperkeras.

- Khalid -

Thursday, 8 June 2017

8 Tips Menanamkan Al Qur'an di Hati Anak saat bulan Ramadhan

8 Tips Menanamkan Al Qur'an di Hati Anak saat bulan Ramadhan

Alquran adalah firman Allah. Merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi setiap orang tua Muslim untuk menyaksikan anak-anak mereka mencintai Alquran.

Mencintai Al-Qur'an bukanlah hanya sebatas menghafal ayat tertentu ketika diperintahkan untuk melakukannya. Ketika seorang anak mencintai Al-Qur'an, ia merasakan dorongan untuk membaca ayat sepanjang hari, mengerti apa yang dia ucapkan, dan tertarik pada segala sesuatu yang berhubungan dengan Alquran. Anak-anak didominasi oleh lingkungan sekitar dan pengasuh utama mereka. Jadi, peran orang tua sangat penting dalam membantu anak mengembangkan ikatan yang kuat dan penuh kasih dengan Alquran.

Berikut adalah delapan tips untuk membantu Anda menanamkan cinta Quran di hati anak Anda:

1. Buatlah doa (permohonan).

Do'a adalah senjata terkuat dari orang beriman, terutama untuk orang tua kepada anak-anaknya. Tidak ada yang terjadi kecuali dengan izin Allah, dan Allah dapat membuat segala sesuatu menjadi mungkin. Untuk membuat doa, Anda harus terlebih dahulu menyucikan niat Anda dan ingat bahwa segala sesuatu yang baik yang Anda lakukan atau yang harus dilakukan harus selalu dilakukan demi Allah. Ingatkan diri Anda akan kebajikan al-Qur'an agar tetap termotivasi.

 "Inilah Kitab yang tidak ada keraguannya, sebuah panduan bagi mereka yang sadar akan Allah." (QS Al Baqarah 2: 2)

Jangan lupa bahwa sebagai orang tua, adalah tugas Anda untuk menjaga anak-anak Anda dan memastikan mereka melakukan apa yang berkenan kepada Allah.

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu..." (Surah At-Tahrim 66: 6)

2. Anak-anak Anda harus sering mendengarkan Alquran.

Mulai bahkan sebelum anak-anak Anda lahir; Saat Anda masih hamil Saat merawat rumah, memasak, atau sekadar bersantai, bacalah al Quran sebanyak yang Anda bisa. Biarkan Alquran menenangkan bayi saat mereka merasa cemas atau menangis. Seiring pertumbuhan anak-anak Anda, teruskan perdengarkan audio bacaan Al-Qur'an di sekitar mereka beberapa menit sekali. Hal ini sangat penting bagi anak-anak untuk mengenal Alquran karena hal ini pada akhirnya akan memudahkan mereka untuk membaca dan bahkan menghafal InsyaAllah. Anda tidak perlu duduk anak-anak Anda berjam-jam karena mereka memiliki rentang perhatian yang jauh lebih pendek. Jangan membatasi bacaan dengan hanya Juz 'Amma karena fokus di sini adalah untuk membiasakan mereka dengan Alquran, tidak menghafal.

3. Pergi ke makna ayat / bab.

"Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran. ." (Surah Sad 38:29)

Selain mendengarkan Alquran setiap hari, cobalah membahas arti ayat / surah. Jangan terlalu membebani mereka dengan terlalu banyak detail. Hanya memberitahu mereka cukup untuk menarik perhatian dan minat mereka. Gaya penyampaian Anda harus sesuai usia agar anak Anda mengerti dan mengikutinya dengan mudah.

4. Bagikan kisah indah Alquran.

 "Kami menceritakan kepadamu (Muhammad) kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu, dan sesungguhnya engkau sebelum itu (Kami mewahyukan) termasuk orang-orang yang belum mengetahui." (Surah Yusuf 12: 3)

Allah menceritakan beberapa cerita dalam Al Qur'an, dan setiap cerita disertai pelajaran dan / atau inspirasi. Anda bisa berbagi cerita ini dengan anak-anak Anda dengan membaca buku anak-anak atau dengan menonton video kartun Islam yang terkait dengan topik ini. Berbagi cerita dari Al Qur'an membantu anak-anak memvisualisasikan Alquran sedikit lebih dan meningkatkan pemahaman mereka.

5. Tenang dan dorong mereka.

Tenanglah pada anak-anak Anda dan jangan memaksakan mereka untuk melakukan terlalu banyak sekaligus. Jangan sampai mendengarkan al Qur'an menjadi sebuah tugas. Konsisten, tapi beberapa menit pada satu waktu adalah semua yang Anda butuhkan untuk menarik perhatian anak-anak Anda. Akhirnya, mereka bahkan mungkin ingin mendengarkan / membaca untuk waktu yang lebih lama. Juga, cintai dan hindari hukuman karena hukuman bisa membuat anak-anak Anda memiliki semacam kebencian terhadap Alquran atau mungkin akan membuat mereka cukup takut untuk mendengarkan Al Qur'an saat Anda berada di sekitar atau karena Anda mengatakannya. Ingat, tujuannya adalah agar mereka mencintai Al Qur'an, tidak hanya mendengarkannya untuk menyenangkan hati Anda. Semakin banyak cinta yang mereka miliki untuk Alquran, maka mereka akan semakin mengingat Allah.

 "Orang-orang yg telah beriman & hati mereka jadi tenteram dengan berdzikir (mengingat) kepada Allah. Ingatlah, hanya dengan berdzikir (mengingat) Allah maka hati akan menjadi tenteram." (Surah Ar-Ra'd 13:28)

Secara verbal dorong anak-anak Anda setiap kali mereka mendengarkan / membaca Al Qur'an. Senyum, biarkan mereka tahu seberapa baik Anda berpikir tentang apa yang mereka lakukan, dan betapa bangganya Anda dengan mereka. Cobalah untuk tidak membuat mereka terbiasa dengan hadiah nyata. Jika Anda mendapatkan mereka hadiah, membuatnya langka dan spontan. Anda tidak ingin anak-anak Anda membuat hubungan antara membaca Al Qur'an dan penghargaan instan dan nyata. Melainkan, biasakan untuk menjelaskan kepada mereka kebajikan al-Qur'an seperti penyembuhan dan perbuatan baik.

"Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman..." (Surah Al Isra' 17:82)

6. Melakukan kegiatan-kegiatan keluarga dan bermain game.

Lakukan kegiatan bersama seluruh keluarga dan datanglah dengan permainan yang sesuai berdasarkan fakta dari Al Qur'an. Contohnya adalah melakukan kuis dan menyiapkan tim yang berbeda untuk saling bertanding dengan cara yang kompetitif namun penuh kasih dan menyenangkan. Contoh lainnya adalah melakukan kegiatan yang mengharuskan setiap orang untuk berpartisipasi dengan melakukan penelitian dan melakukan kerajinan kreatif.

7. Dorong mereka untuk membagikan apa yang telah mereka pelajari.

"Diriwayatkan oleh Utsman (ra dengan dia); Nabi (saw) berkata: "Yang terbaik di antara kamu (Muslim) adalah mereka yang belajar Alquran dan mengajarkannya." 1

Seiring meningkatnya pengetahuan anak-anak Anda tentang Alquran, biarkan mereka membagikannya kepada Anda. Juga, buat mereka cukup nyaman untuk mengoreksi Anda saat Anda membuat kesalahan dalam pembacaan Anda. Anda ingin mereka menjadi yang terbaik dengan mengajarkan apa yang telah mereka pelajari.

8. Perlihatkan dengan contoh.

Sederhananya, tindakan lebih keras daripada kata-kata. Anak-anak belajar lebih baik saat mereka melihat contoh, bukan saat mereka disuruh melakukannya. Dengarkan dan bacalah Alquran setiap hari; Bahkan untuk beberapa menit sekaligus. Tunjukkan pada anak-anak Anda pentingnya Alquran dan betapa Anda mencintai Alquran akan mendorong mereka untuk mengikuti jejak Anda diShaa Allah.

"Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya. " (Surah At-Tur 52:21)

Pada akhir hari, yang bisa Anda lakukan hanyalah mencoba yang terbaik dan mempercayai Allah. Hasil pada segala hal terserah kepada Allah saja. Kita semua ingin dipertemukan kembali dengan anak-anak kita di Jannah, jadi ayo kita berusaha untuk berbuat baik dan bantu mereka melakukan hal yang sama InsyaAllah.

Tuesday, 6 June 2017

Enam Cara Mudah untuk Memaksimalkan Amalan di Bulan Ramadan

Enam Cara Mudah untuk Memaksimalkan Amalan di Bulan Ramadan



Dengan tanggung jawab kita yang tak terhitung jumlahnya dan tuntutan hidup sehari-hari yang tak pernah berakhir, banyak dari kita berjuang untuk menemukan waktu untuk mencapai tujuan kita di bulan Ramadhan. Kami merasa kewalahan dan kurangnya waktu yang membuat kami kecewa pada akhir setiap hari. Meskipun demikian, konsep yang sederhana namun mendalam memiliki potensi untuk mengubah Ramadhan dan seluruh kehidupan di sekitar kita!

Ramadan adalah bulan penuh Barakah. Tapi apa itu Barakah? Ini bukan tentang memiliki lebih banyak, melainkan kemampuan untuk berbuat lebih banyak dengan kekurangan yang Anda miliki. Barakah adalah Allah yang memberi kita berkat yang sangat besar dalam apa yang kita miliki, memberikan kepada kita peningkatan eksponensial di zaman kita. Menghasilkan hasil yang luar biasa dengan usaha minimalis; Itulah esensi dari Barakah! Dan apa waktu yang lebih baik untuk mulai menerapkan konsep transformasi hidup ini daripada di bulan Ramadan, bulan yang penuh Barakah dan bulan dimana buku yang sangat di berkati diturunkan. Dan dibawah ini adalah enam cara mudah untuk memaksimalkan amalan di bulan Ramadan


1) Maksimalkan Niat Anda

    Dikisahkan 'Umar bin Al-Khattab:

    Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Pahala perbuatan bergantung pada niat dan setiap orang akan mendapatkan pahala sesuai dengan yang dia niatkan ..." 1

Ini adalah rumus rahasia yang dengannya Allah akan memperbesar pahala kita di luar imajinasi! Pikirkan dua orang yang melakukan wudhu ': seseorang melakukannya dengan tujuan berdoa, sementara yang lain menambahkan bahwa niat untuk membersihkan dirinya dari setiap kesalahan yang dilakukan oleh anggota tubuhnya, semakin dekat dengan Allah dengan menyucikan dirinya baik secara fisik maupun spiritual Seperti melakukan sunnah yang dicintai. Manakah dari kedua orang ini yang akan menerima pahala berlimpah? Tanpa diragukan lagi, orang yang memiliki banyak niat untuk satu tindakan tunggal ini. Pahala berlimpah menunggu orang semacam itu karena kekuatan dan besarnya niat

Kita harus menghidupkan kembali ajaran indah ini selama bulan Ramadan untuk mendapatkan Barakah yang lebih besar dalam tindakan kita. Apakah Anda sedang membaca Alquran atau memasak iftar di dapur; Pastikan untuk memaksimalkan niat Anda, karena setiap perbuatan yang tampaknya kecil membawa pahala.

2) Baca Alquran

    "Dan ini [Alquran] adalah sebuah Kitab yang telah kita nyatakan [yang] diberkati, maka ikutilah dan bertakwalah kepada Allah agar kamu menerima rahmat." 2

Allah menggambarkan Alquran sebagai diberkati, dan ini adalah fakta bahwa setiap pembaca akan bersaksi. Saya sendiri pernah mengalami hal ini sendiri, semakin saya melafalkan Alquran, semakin banyak barakah yang ada di waktuku, semakin banyak yang bisa saya capai dengan jam yang sama seperti yang saya alami setiap hari. Berapa banyak dari kita yang menginginkan waktu ekstra di siang hari untuk menyelesaikan tugas yang belum selesai? Dengan buku yang diberkati ini, Anda tidak akan membutuhkannya.

Ramadan adalah bulan Alquran, dimana pembacaan harian kita meningkat dan di mana kita merenungkan dan merenungkan kata-kata Allah. Cukup membaca beberapa halaman lagi akan memberi Anda keuntungan yang tak terbayangkan di waktu Anda dan kebaikan yang tak terhitung banyaknya untuk setiap surat yang Anda ucapkan, dan itu akan membuat Anda memiliki hati yang penuh dengan kedamaian dan ketenangan.

3) Memanfaatkan Jam Pagi

    Dikisahkan oleh Sakhr al-Ghamidi:

    Nabi ﷺ berkata: "Ya Allah, berkatilah kaumku di pagi hari mereka."

Pagi hari setelah fajar merupakan harta bagi setiap manusia. Jam-jam ini sangat diberkati oleh Allah dan orang-orang yang tidak memanfaatkannya memang sangat rugi. Pada saat-saat bahagia inilah seseorang bisa memiliki kejernihan pikiran, jauh dari semua gangguan, di mana mereka mampu menyelesaikan sejumlah tugas yang seharusnya bisa diambil sepanjang hari. Ini adalah aspek fundamental dari produktivitas yang diminta oleh semua ahli; Inilah jam emas yang tidak bisa kami tinggalkan. Apakah Anda seorang siswa dengan banyak ujian, seorang ibu muda dengan anak kecil yang menghabiskan sebagian besar waktu dan energi Anda, atau seorang Muslim yang berusaha untuk menghafal sebuah surah baru, inilah saat yang tepat bagi Anda untuk mulai bekerja, Mencobanya dan perhatikan bagaimana hari Anda berkembang!

4) Kurangi Penggunaan Handphone

Menghabiskan waktu berharga kami untuk hal-hal kecil seperti update status pada media sosial seharusnya menjadi hal terakhir yang ada dalam pikiran kita selama bulan Ramadhan. Cobalah untuk menjadikannya Ramadan bebas handphone, kecuali untuk memeriksa pesan penting dan pos bermanfaat, sehingga membuat waktu untuk kebangkitan kembali hati Anda dan pemurnian jiwamu dengan sedikit gangguan.

Kami mengklaim hanya menghabiskan lima menit untuk perangkat kami, tapi tidak hanya lima menit saja. Waktu kita adalah pemberian dari Allah, sebuah karunia yang akan kita pertanggung jawabkan, dan setiap saat berlalu adalah salah satu yang tidak akan pernah bisa kita dapatkan kembali. Anda akan tercengang dengan waktu yang akan dibebaskan untuk Anda dengan sedikit teknologi; Anda akan menemukan barakah yang lebih besar di dalamnya, sehingga kesempatan untuk meningkatkan pengaruh Anda dalam berbuat baik meningkat.

5) Manfaatkan Waktu Luang Anda

Seseorang harus sadar akan tugas sehari-hari mereka untuk dapat memanfaatkan waktu luang selama hari mereka. Jika Anda seorang siswa yang pulang pergi maka Anda bisa menghabiskan beberapa menit ekstra Anda harus membaca Alquran, atau jika Anda sedang menunggu makanan dimasak, Anda dapat memanfaatkan menit penundaan zikir dan istighfar dimana hadiah Anda Akan terus meningkat. Kita harus melatih lidah kita untuk terus mengingat Allah selama jam-jam puasa agar tidak menjadi orang-orang yang kurang hati. Isi selang waktu Anda dengan tindakan sunnah yang secara inheren ditelan oleh Barakah yang sangat besar: Mulailah setiap tindakan dengan bismillah, jadilah konsisten dengan adhkar pagi dan sore, ucapkan terima kasih kepada Allah dan Dia akan meningkatkan Anda, inilah semua cara untuk secara signifikan memperbesar Barakah di Harimu, perbuatan sederhana namun menjanjikan ganjaran penghargaan!

6) Berdoa di Waktu Mustajab

Terutama selama bulan Ramadhan, lidah kita harus menjadi lembab dengan dzikir dan doa ', dan walaupun kita harus selalu melakukan doa setiap siang, ada jam-jam tertentu yang tidak dapat dilewatkan. Ini termasuk:

  •     Sepertiga terakhir malam itu,
  •     Antara adzan dan iqama,
  •     Sebelum berbuka puasa,
  •     Dalam sujood

Waktu ini adalah berkat yang tak terbatas, di mana Allah berjanji untuk menjawab doa doa kita, jadi bagaimana kita bisa meninggalkan mereka dan malah menyibukkan diri dengan hal-hal sepele dan tidak penting?

Sumber utama barakah dalam hidup kita adalah Allah, karenanya, kita harus terus-menerus membuat doa untuk barakah di zaman dan perbuatan kita. Doa berikut meminta Allah untuk melakukan apa yang telah kita berikan; Ini adalah bagian dari Dua Qunoot yang terkenal dan yang indah untuk memohon kepada Allah dengan:

{وبارك لي فيما أعطيت}

"Wa baarik lee feemaa 'a'atayta"

"Dan berkatilah aku dalam apa yang telah Engkau anugerahkan"

Titik untuk Refleksi

Imam Al-Bukhari, Muhaddith yang agung, telah hafal dan mengumpulkan lebih dari 600.000 hadits di Saheeh-nya. Imam an-Nawawi, seorang sarjana besar lainnya, mulai mencari pengetahuan pada usia 19 (yang dianggap cukup terlambat), dan dia meninggal dunia pada usia 40. Namun, dalam rentang waktu singkat ini dia dapat meninggalkan seorang Buku warisan dan inspirasional yang luar biasa yang dirujuk sampai hari ini. Darimana mereka mendapatkan waktu untuk mencapai hal-hal ini, Anda mungkin bertanya-tanya? Pasti itu Barakah!

Bulan Ramadhan yang diberkati diliputi oleh kebajikan dan berkat yang luar biasa, inilah bulan dimana setiap ras jiwa mencapai belas kasihan dan pengampunan oleh Allah. Di dalamnya, hati telah diperbaiki, jiwa dibersihkan dan pikiran dimurnikan oleh rahmat Allah. Gagasan yang digariskan dalam artikel ini sangat sederhana namun sangat berdampak jika kita menerapkannya secara konsisten. Mari mendedikasikan waktu Ramadhan ini untuk memperkuat ikatan dengan Pencipta kita dan memanjat tangga pertumbuhan spiritual!

Semoga Allah mengizinkan kita untuk menyaksikan bulan yang telah lama dinanti ini dan menghujani kita belas kasih dan pengampunan-Nya yang tak terbatas! Ameen.

Referensi : islamiconlineuniversity

Saturday, 3 June 2017

Seberapa Aman YouTube untuk Anak-anak Muslim?

Seberapa Aman YouTube untuk Anak-anak Muslim?




YouTube adalah tempat yang tepat untuk menemukan video tentang apa saja dan segalanya. Dari kucing yang bermain piano dengan iklan menakjubkan yang Anda lihat baru-baru ini, ketik saja apa yang Anda cari dan pilih dari ratusan hasil yang Anda dapatkan!

Meskipun YouTube memberi siapa pun kebebasan untuk membuat dan mengunggah konten; Perlu ada sedikit kontrol. Ini adalah ruang bebas bagi siapa saja, dari segala usia dengan berbagai konten untuk ditonton. Dari video yang penuh kebencian ke orang dewasa, semuanya online dan sangat mudah ditemukan (N.B. YouTube memiliki beberapa batasan di konten mereka namun jumlahnya sangat sedikit). Namun kami memberi anak-anak kami, akses lengkap ke dunia konten yang beragam ini. Beberapa orang mungkin mengatakan bahwa mereka "Menambahkan kontrol terhadap perlindungan anak" tapi apakah kontrol ini selalu dapat diandalkan? Apakah Anda bersedia mengambil risiko?

Mungkin Anda mengenal anak-anak Anda dengan baik. Anda bahkan mungkin memiliki keyakinan bahwa mereka tidak akan pernah mencari hal-hal itu atau bahkan menggunakan platform semacam itu. Tapi bagaimana jika video tersebut sampai kepada mereka melalui iklan atau rekomendasi? Satu sentuhan disengaja dan mereka mungkin melihat hal-hal yang seharusnya tidak mereka lihat!

Dengan YouTube menjadi salah satu tujuan online terpopuler bagi anak-anak untuk menonton konten, dengan sekitar tiga perempat (73%) dari mereka yang berusia 5-15 tahun menggunakan situs video tersebut, tidak mengherankan bahwa bahaya tersebut ada di depan mereka! Hal ini juga menjadi hit dengan pre-schoolers dengan 37% secara teratur menonton. (Ofcom, 2016)

Jadi apakah itu mencemaskanmu sebagai orang tua? Apakah Anda mencari solusi?

YufidKids ada di sini untuk membantu!

YufidKids adalah aplikasi baru yang hebat yang mirip dengan Netflix untuk anak Muslim khusus dalam hidup Anda. Apakah mereka adalah anak laki-laki, anak perempuan, keponakan, sepupu atau bahkan hanya seorang teman, YufidKids memberi mereka pertunjukan besar untuk ditonton kapan saja, dan memberi ketenangan pikiran sepanjang waktu!

Tidak ada iklan tidak pantas!

Tidak ada video yang tidak pantas

Hanya menyenangkan, pertunjukan pendidikan untuk anak-anak Muslim dalam hidup Anda!

Jadi tunggu apa lagi?

Bergabunglah dengan YufidKids dan teman-teman untuk waktu yang tepat!

Inilah link ke YufidKids: https://yufid.tv/category/yufid-kids
Showing posts with label Edukasi. Show all posts
Showing posts with label Edukasi. Show all posts

Sunday, 16 July 2017

Shalatlah

Shalatlah


Shalatlah, kawan

Aku tahu, shalat wajib seringkali menjadi rutinitas yang berat untuk dilakukan. Terutama di kalangan generasi muda, di mana dunia mereka sangat dibentuk oleh gadget dan lingkaran pertemanan. Maka saat mereka tenggelam di dalam ‘dunia’ itu, segala sesuatu di luar itu menjadi tidak relevan. Segalanya. Termasuk Islam sekalipun, termasuk shalat sekalipun.

Maka, akan aku katakan padamu sekali lagi: shalatlah, kawan.

“Ah, khalid… mengapa aku harus shalat?

Jujur saja, shalat itu tidak seru. Monoton. Tidak seasyik bergadget ria, bersosmed, dan berkumpul dengan teman yang penuh canda dan tawa. Hidupku sudah cukup dengan itu.

Aku tidak akan bohong, aku tidak menemukan alasan yang kuat mengapa aku harus shalat.”

Ah, itu pertanyaan yang sangat bagus. Jujur pula. Tidak perlu khawatir, kawan, saat aku jauh lebih muda, aku juga kesulitan menemukan alasan yang kuat mengapa aku harus shalat. Aku mengerti itu. Faktanya, aku menghabiskan separuh hidupku untuk mencari alasan itu.

Alhamdulillah, seiring waktu, akhirnya aku menemukan alasanku sendiri. Apakah alasan ini berlaku untukmu? Entahlah. Namun akan aku ceritakan padamu.

***

Mengapa harus shalat? Apakah karana ia wajib? Shalat memang wajib, tetapi ada alasan yang lebih kuat dari itu.

Apa karena shalat mendatangkan pahala? Itu betul, tetapi ada alasan yang lebih kuat dari itu.

Apa karena shalat adalah salah satu syarat utama masuk surga dan bila ditinggalkan masuk neraka? Itu juga betul, tetapi ada alasan yang lebih kuat dari itu.

“Wajib”, “dosa”, “pahala”, “surga”, dan “neraka” adalah lima alasan yang kerap ditekankan orang-orang di sekitarku saat mereka menasehatiku untuk shalat. Namun, aku mendapati tidak ada satupun dari alasan itu yang benar-benar membuatku tertarik untuk shalat. Aku malah takut dibuatnya, terutama alasan “dosa” dan “neraka”, yang alih-alih memotivasi, malah membuatku meringkuk gemetaran dan jauh dari shalat.

Padahal, ada satu alasan lagi. Dan ini, bagiku, adalah alasan yang terkuat.

Shalat dilakukan… karena ia membuatmu bahagia.

Itu.

Itu alasannya.

Shalat itu membahagiakan karena sifat alami dunia ini.

Kamu tahu, dunia ini diciptakan untuk memaksa kita berlari. Bahkan tidak sekedar berlari, tetapi berlari sangat kencang. Demi mengejar cita-cita, ambisi, dan pencapaian-pencapaian lain. Demi meraih “standar hidup bahagia” yang diciptakan oleh para manusia, yang notabene makhluk-makhluk yang sangat egois.

Namun berlari terlalu kencang juga punya resikonya, kawan, yaitu rentan tersandung dan terjatuh. Lalu tersungkur menyakitkan. Meninggalkan luka dan lebam di sekujur tubuh yang mungkin tak akan sembuh dalam waktu singkat.

Kalau pun kamu tidak tersandung, sudah pasti kamu akan kelelahan. Otot-otot akan kram. Peluh di pelipis akan jatuh melewati bulu mata menuju bola mata dan mengaburkan pandangan. Kamu akan berpikir, sebaiknya berhenti berlari saja. Tidak perlu melanjutkannya lagi. Diam saja di tempat seperti patung yang mati.

Tidak ada yang mau terjatuh atau hanya diam saja, kan?

Maka itu, shalat wajib lima waktu ada sebagai REM dari larimu itu.

Supaya larimu yang beringas dan tak terkendali itu melambat dan terjaga pada kecepatan yang wajar. Membuat ritme langkahmu lebih teratur, pun staminamu terjaga sehingga kamu tetap semangat untuk terus berlari, minimal berjalan maju.

Dan mana kala ada persimpangan di hadapanmu, kamu bisa melambat sejenak dan merenung: arah mana yang harus kamu ambil? Apakah kanan, kiri, atau arah yang lurus?

Tidak semua jalan mengantarkanmu pada tujuan, kawan. Banyak sekali di antaranya membuatmu linglung, tak tahu harus kemana. Maka shalat akan membantumu menentukan arah dan memantapkannya. Kebahagiaan pun akan datang dari sana.

Dan sungguh, kawan, bila shalat membuatmu bahagia, apa kamu butuh alasan lain untuk melakukannya? Tidak perlu, kan? Tidak ada manusia yang tidak menyukai kebahagiaan.

“Benarkah itu, khalid? Aku masih ragu… Toh, aku sudah cukup bahagia tanpa shalat. Bersama teman-temanku sudah cukup membahagiakan.”

Ah, pertemanan itu memang membahagiakan. Ia salah satu hal terindah. Namun seindah-indahnya pertemanan, sifatnya sementara. Teman itu datang dan pergi. Kebahagiaan yang datang darinya itu naik turun. Banyak jeda ‘kosong’ di antaranya. Pun sama halnya dengan banyak aktivitas lain di dunia ini.

Namun dari shalat, bahagia yang datang darinya tak lekang. Awet.

Kamu tahu? Satu waktu shalat yang ikhlas dan tuma’ninah bisa mendatangkan kebahagiaan untuk hari ini, besok, minggu depan, hingga bulan-bulan berikutnya. Ini terbukti. Bukan teori atau manis kata. Efeknya... luar biasa. Tidak ada yang seperti ini.

Inginkah merasakan sensasi menggiurkan itu?

Shalatlah dan buktikan sendiri.

- Khalid -

Thursday, 13 July 2017

Guru yang Tidak Piawai atau Murid yang Sombong?

Guru yang Tidak Piawai atau Murid yang Sombong?

Guru yang Tidak Piawai atau Murid yang Sombong?

Pernahkah ikut majelis ilmu, tetapi kamu sulit mengerti apa yang disampaikan oleh si pengajar? Lalu kamu kesal karenanya? Aku pernah.

Beberapa tahun yang lalu, masjid dekat rumahku kerap memanggil seorang ustadz yang satu ini. Baik ketika Ramadhan maupun hari-hari biasa. Dia spesialis di bidang ilmu tafsir dan tazkiyatun nafs (pembersihan jiwa). Sepertinya, beliau adalah favorit masjid ini. Soalnya dia punya jadwal tetap mingguan.

Sayangnya, aku tidak pernah menyukainya. Bukan karena tabiatnya menyebalkan. Bukan. Namun, karena aku tidak pernah mengerti isi ceramahnya.

Ceramah oleh ustadz lain biasanya lebih mudah aku serap. Namun, tidak untuk ustadz yang satu ini. Menurutku, dia bertutur kata terlalu cepat, sehingga maknanya sulit aku tangkap. Intonasinya juga kadang terlalu berapi-api, seakan sedang memarahi para hadirin. Dan aku sama sekali tidak suka itu.

Alih-alih mendapat ilmu, aku justru kesal padanya. Aku dengar dia lulusan S3 luar negeri, tetapi kok cara mengajarnya payah sekali? Paling hanya 5% dari ceramahnya yang bisa aku mengerti.

Yang lebih mengherankan, mengapa dia paling sering dipanggil ke masjid ini? Padahal banyak yang lebih baik. Aku pun semakin kesal, tetapi ku pendam saja. Soalnya, beliau adalah salah satu penceramah favorit bapakku.

Lalu, waktu pun bergulir. Aku belajar lebih banyak hal sejaknya.

Tahun lalu, aku diajak ke masjid oleh bapak untuk shalat maghrib. Bapak bersemangat karena ustadz-yang-aku-kesal-padanya itu akan memberikan ceramah. Ternyata beliau masih sering di undang ke masjid. Kalau tidak salah, waktu ceramahnya adalah ba’da maghrib. Aku pun menuruti ajakan bapak. Meski pernah kesal pada si ustadz, aku coba menetralkan perasaan. Niatku adalah menuntut ilmu.

Waktu itu, Si ustadz-yang-aku-kesal-padanya biasa berceramah dengan menggunakan notebook dan LCD projector. Metode yang cukup unik, karena di masjid ini cuma dia yang memakainya. Ada sih yang lebih unik. Namun lain kali saja ku ceritakan.

Singkat cerita, Si ustadz-yang-aku-kesal-padanya pun memulai ceramahnya.

Kawan, di luar dugaan, kali ini aku mengerti isi ceramahnya! kata-katanyasatu per satu masuk ke dalam kepalaku dengan lancar. Bahkan sebagian di antaranya menggetarkan hatiku. Membuat bulu kuduk berdiri. Kata-katanya seakan beresonansi dengan apa yang telah aku pelajari beberapa tahun terakhir.

Aku tertegun. Aku bisa mendapat pemahaman dari orang yang pernah aku kesali, aku sinisi, dan aku cela cara mengajarnya beberapa tahun lalu. Siapa sangka?

Dari sini, aku dapat sebuah pelajaran berharga. Saat aku merasa kesulitan menerima sebuah ilmu, aku malah congkak. Yang ku lakukan justru mencari kesalahan si pengajar. Mencela cara mengajarnya, bahkan gesturnya. Konyol sekali. Padahal, faktanya aku memang masih bodoh. Ilmuku belum sampai sana. Sesederhana itu.

Mungkin bisa menjadi nasehat bagimu. Jangan sampai egomu menghalangi naluri belajarmu. Senantiasa merendah dalam belajar. Kalau belum paham, mungkin usahamu yang perlu diperkeras.

- Khalid -

Thursday, 8 June 2017

8 Tips Menanamkan Al Qur'an di Hati Anak saat bulan Ramadhan

8 Tips Menanamkan Al Qur'an di Hati Anak saat bulan Ramadhan

Alquran adalah firman Allah. Merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi setiap orang tua Muslim untuk menyaksikan anak-anak mereka mencintai Alquran.

Mencintai Al-Qur'an bukanlah hanya sebatas menghafal ayat tertentu ketika diperintahkan untuk melakukannya. Ketika seorang anak mencintai Al-Qur'an, ia merasakan dorongan untuk membaca ayat sepanjang hari, mengerti apa yang dia ucapkan, dan tertarik pada segala sesuatu yang berhubungan dengan Alquran. Anak-anak didominasi oleh lingkungan sekitar dan pengasuh utama mereka. Jadi, peran orang tua sangat penting dalam membantu anak mengembangkan ikatan yang kuat dan penuh kasih dengan Alquran.

Berikut adalah delapan tips untuk membantu Anda menanamkan cinta Quran di hati anak Anda:

1. Buatlah doa (permohonan).

Do'a adalah senjata terkuat dari orang beriman, terutama untuk orang tua kepada anak-anaknya. Tidak ada yang terjadi kecuali dengan izin Allah, dan Allah dapat membuat segala sesuatu menjadi mungkin. Untuk membuat doa, Anda harus terlebih dahulu menyucikan niat Anda dan ingat bahwa segala sesuatu yang baik yang Anda lakukan atau yang harus dilakukan harus selalu dilakukan demi Allah. Ingatkan diri Anda akan kebajikan al-Qur'an agar tetap termotivasi.

 "Inilah Kitab yang tidak ada keraguannya, sebuah panduan bagi mereka yang sadar akan Allah." (QS Al Baqarah 2: 2)

Jangan lupa bahwa sebagai orang tua, adalah tugas Anda untuk menjaga anak-anak Anda dan memastikan mereka melakukan apa yang berkenan kepada Allah.

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu..." (Surah At-Tahrim 66: 6)

2. Anak-anak Anda harus sering mendengarkan Alquran.

Mulai bahkan sebelum anak-anak Anda lahir; Saat Anda masih hamil Saat merawat rumah, memasak, atau sekadar bersantai, bacalah al Quran sebanyak yang Anda bisa. Biarkan Alquran menenangkan bayi saat mereka merasa cemas atau menangis. Seiring pertumbuhan anak-anak Anda, teruskan perdengarkan audio bacaan Al-Qur'an di sekitar mereka beberapa menit sekali. Hal ini sangat penting bagi anak-anak untuk mengenal Alquran karena hal ini pada akhirnya akan memudahkan mereka untuk membaca dan bahkan menghafal InsyaAllah. Anda tidak perlu duduk anak-anak Anda berjam-jam karena mereka memiliki rentang perhatian yang jauh lebih pendek. Jangan membatasi bacaan dengan hanya Juz 'Amma karena fokus di sini adalah untuk membiasakan mereka dengan Alquran, tidak menghafal.

3. Pergi ke makna ayat / bab.

"Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran. ." (Surah Sad 38:29)

Selain mendengarkan Alquran setiap hari, cobalah membahas arti ayat / surah. Jangan terlalu membebani mereka dengan terlalu banyak detail. Hanya memberitahu mereka cukup untuk menarik perhatian dan minat mereka. Gaya penyampaian Anda harus sesuai usia agar anak Anda mengerti dan mengikutinya dengan mudah.

4. Bagikan kisah indah Alquran.

 "Kami menceritakan kepadamu (Muhammad) kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu, dan sesungguhnya engkau sebelum itu (Kami mewahyukan) termasuk orang-orang yang belum mengetahui." (Surah Yusuf 12: 3)

Allah menceritakan beberapa cerita dalam Al Qur'an, dan setiap cerita disertai pelajaran dan / atau inspirasi. Anda bisa berbagi cerita ini dengan anak-anak Anda dengan membaca buku anak-anak atau dengan menonton video kartun Islam yang terkait dengan topik ini. Berbagi cerita dari Al Qur'an membantu anak-anak memvisualisasikan Alquran sedikit lebih dan meningkatkan pemahaman mereka.

5. Tenang dan dorong mereka.

Tenanglah pada anak-anak Anda dan jangan memaksakan mereka untuk melakukan terlalu banyak sekaligus. Jangan sampai mendengarkan al Qur'an menjadi sebuah tugas. Konsisten, tapi beberapa menit pada satu waktu adalah semua yang Anda butuhkan untuk menarik perhatian anak-anak Anda. Akhirnya, mereka bahkan mungkin ingin mendengarkan / membaca untuk waktu yang lebih lama. Juga, cintai dan hindari hukuman karena hukuman bisa membuat anak-anak Anda memiliki semacam kebencian terhadap Alquran atau mungkin akan membuat mereka cukup takut untuk mendengarkan Al Qur'an saat Anda berada di sekitar atau karena Anda mengatakannya. Ingat, tujuannya adalah agar mereka mencintai Al Qur'an, tidak hanya mendengarkannya untuk menyenangkan hati Anda. Semakin banyak cinta yang mereka miliki untuk Alquran, maka mereka akan semakin mengingat Allah.

 "Orang-orang yg telah beriman & hati mereka jadi tenteram dengan berdzikir (mengingat) kepada Allah. Ingatlah, hanya dengan berdzikir (mengingat) Allah maka hati akan menjadi tenteram." (Surah Ar-Ra'd 13:28)

Secara verbal dorong anak-anak Anda setiap kali mereka mendengarkan / membaca Al Qur'an. Senyum, biarkan mereka tahu seberapa baik Anda berpikir tentang apa yang mereka lakukan, dan betapa bangganya Anda dengan mereka. Cobalah untuk tidak membuat mereka terbiasa dengan hadiah nyata. Jika Anda mendapatkan mereka hadiah, membuatnya langka dan spontan. Anda tidak ingin anak-anak Anda membuat hubungan antara membaca Al Qur'an dan penghargaan instan dan nyata. Melainkan, biasakan untuk menjelaskan kepada mereka kebajikan al-Qur'an seperti penyembuhan dan perbuatan baik.

"Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman..." (Surah Al Isra' 17:82)

6. Melakukan kegiatan-kegiatan keluarga dan bermain game.

Lakukan kegiatan bersama seluruh keluarga dan datanglah dengan permainan yang sesuai berdasarkan fakta dari Al Qur'an. Contohnya adalah melakukan kuis dan menyiapkan tim yang berbeda untuk saling bertanding dengan cara yang kompetitif namun penuh kasih dan menyenangkan. Contoh lainnya adalah melakukan kegiatan yang mengharuskan setiap orang untuk berpartisipasi dengan melakukan penelitian dan melakukan kerajinan kreatif.

7. Dorong mereka untuk membagikan apa yang telah mereka pelajari.

"Diriwayatkan oleh Utsman (ra dengan dia); Nabi (saw) berkata: "Yang terbaik di antara kamu (Muslim) adalah mereka yang belajar Alquran dan mengajarkannya." 1

Seiring meningkatnya pengetahuan anak-anak Anda tentang Alquran, biarkan mereka membagikannya kepada Anda. Juga, buat mereka cukup nyaman untuk mengoreksi Anda saat Anda membuat kesalahan dalam pembacaan Anda. Anda ingin mereka menjadi yang terbaik dengan mengajarkan apa yang telah mereka pelajari.

8. Perlihatkan dengan contoh.

Sederhananya, tindakan lebih keras daripada kata-kata. Anak-anak belajar lebih baik saat mereka melihat contoh, bukan saat mereka disuruh melakukannya. Dengarkan dan bacalah Alquran setiap hari; Bahkan untuk beberapa menit sekaligus. Tunjukkan pada anak-anak Anda pentingnya Alquran dan betapa Anda mencintai Alquran akan mendorong mereka untuk mengikuti jejak Anda diShaa Allah.

"Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya. " (Surah At-Tur 52:21)

Pada akhir hari, yang bisa Anda lakukan hanyalah mencoba yang terbaik dan mempercayai Allah. Hasil pada segala hal terserah kepada Allah saja. Kita semua ingin dipertemukan kembali dengan anak-anak kita di Jannah, jadi ayo kita berusaha untuk berbuat baik dan bantu mereka melakukan hal yang sama InsyaAllah.

Tuesday, 6 June 2017

Enam Cara Mudah untuk Memaksimalkan Amalan di Bulan Ramadan

Enam Cara Mudah untuk Memaksimalkan Amalan di Bulan Ramadan



Dengan tanggung jawab kita yang tak terhitung jumlahnya dan tuntutan hidup sehari-hari yang tak pernah berakhir, banyak dari kita berjuang untuk menemukan waktu untuk mencapai tujuan kita di bulan Ramadhan. Kami merasa kewalahan dan kurangnya waktu yang membuat kami kecewa pada akhir setiap hari. Meskipun demikian, konsep yang sederhana namun mendalam memiliki potensi untuk mengubah Ramadhan dan seluruh kehidupan di sekitar kita!

Ramadan adalah bulan penuh Barakah. Tapi apa itu Barakah? Ini bukan tentang memiliki lebih banyak, melainkan kemampuan untuk berbuat lebih banyak dengan kekurangan yang Anda miliki. Barakah adalah Allah yang memberi kita berkat yang sangat besar dalam apa yang kita miliki, memberikan kepada kita peningkatan eksponensial di zaman kita. Menghasilkan hasil yang luar biasa dengan usaha minimalis; Itulah esensi dari Barakah! Dan apa waktu yang lebih baik untuk mulai menerapkan konsep transformasi hidup ini daripada di bulan Ramadan, bulan yang penuh Barakah dan bulan dimana buku yang sangat di berkati diturunkan. Dan dibawah ini adalah enam cara mudah untuk memaksimalkan amalan di bulan Ramadan


1) Maksimalkan Niat Anda

    Dikisahkan 'Umar bin Al-Khattab:

    Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Pahala perbuatan bergantung pada niat dan setiap orang akan mendapatkan pahala sesuai dengan yang dia niatkan ..." 1

Ini adalah rumus rahasia yang dengannya Allah akan memperbesar pahala kita di luar imajinasi! Pikirkan dua orang yang melakukan wudhu ': seseorang melakukannya dengan tujuan berdoa, sementara yang lain menambahkan bahwa niat untuk membersihkan dirinya dari setiap kesalahan yang dilakukan oleh anggota tubuhnya, semakin dekat dengan Allah dengan menyucikan dirinya baik secara fisik maupun spiritual Seperti melakukan sunnah yang dicintai. Manakah dari kedua orang ini yang akan menerima pahala berlimpah? Tanpa diragukan lagi, orang yang memiliki banyak niat untuk satu tindakan tunggal ini. Pahala berlimpah menunggu orang semacam itu karena kekuatan dan besarnya niat

Kita harus menghidupkan kembali ajaran indah ini selama bulan Ramadan untuk mendapatkan Barakah yang lebih besar dalam tindakan kita. Apakah Anda sedang membaca Alquran atau memasak iftar di dapur; Pastikan untuk memaksimalkan niat Anda, karena setiap perbuatan yang tampaknya kecil membawa pahala.

2) Baca Alquran

    "Dan ini [Alquran] adalah sebuah Kitab yang telah kita nyatakan [yang] diberkati, maka ikutilah dan bertakwalah kepada Allah agar kamu menerima rahmat." 2

Allah menggambarkan Alquran sebagai diberkati, dan ini adalah fakta bahwa setiap pembaca akan bersaksi. Saya sendiri pernah mengalami hal ini sendiri, semakin saya melafalkan Alquran, semakin banyak barakah yang ada di waktuku, semakin banyak yang bisa saya capai dengan jam yang sama seperti yang saya alami setiap hari. Berapa banyak dari kita yang menginginkan waktu ekstra di siang hari untuk menyelesaikan tugas yang belum selesai? Dengan buku yang diberkati ini, Anda tidak akan membutuhkannya.

Ramadan adalah bulan Alquran, dimana pembacaan harian kita meningkat dan di mana kita merenungkan dan merenungkan kata-kata Allah. Cukup membaca beberapa halaman lagi akan memberi Anda keuntungan yang tak terbayangkan di waktu Anda dan kebaikan yang tak terhitung banyaknya untuk setiap surat yang Anda ucapkan, dan itu akan membuat Anda memiliki hati yang penuh dengan kedamaian dan ketenangan.

3) Memanfaatkan Jam Pagi

    Dikisahkan oleh Sakhr al-Ghamidi:

    Nabi ﷺ berkata: "Ya Allah, berkatilah kaumku di pagi hari mereka."

Pagi hari setelah fajar merupakan harta bagi setiap manusia. Jam-jam ini sangat diberkati oleh Allah dan orang-orang yang tidak memanfaatkannya memang sangat rugi. Pada saat-saat bahagia inilah seseorang bisa memiliki kejernihan pikiran, jauh dari semua gangguan, di mana mereka mampu menyelesaikan sejumlah tugas yang seharusnya bisa diambil sepanjang hari. Ini adalah aspek fundamental dari produktivitas yang diminta oleh semua ahli; Inilah jam emas yang tidak bisa kami tinggalkan. Apakah Anda seorang siswa dengan banyak ujian, seorang ibu muda dengan anak kecil yang menghabiskan sebagian besar waktu dan energi Anda, atau seorang Muslim yang berusaha untuk menghafal sebuah surah baru, inilah saat yang tepat bagi Anda untuk mulai bekerja, Mencobanya dan perhatikan bagaimana hari Anda berkembang!

4) Kurangi Penggunaan Handphone

Menghabiskan waktu berharga kami untuk hal-hal kecil seperti update status pada media sosial seharusnya menjadi hal terakhir yang ada dalam pikiran kita selama bulan Ramadhan. Cobalah untuk menjadikannya Ramadan bebas handphone, kecuali untuk memeriksa pesan penting dan pos bermanfaat, sehingga membuat waktu untuk kebangkitan kembali hati Anda dan pemurnian jiwamu dengan sedikit gangguan.

Kami mengklaim hanya menghabiskan lima menit untuk perangkat kami, tapi tidak hanya lima menit saja. Waktu kita adalah pemberian dari Allah, sebuah karunia yang akan kita pertanggung jawabkan, dan setiap saat berlalu adalah salah satu yang tidak akan pernah bisa kita dapatkan kembali. Anda akan tercengang dengan waktu yang akan dibebaskan untuk Anda dengan sedikit teknologi; Anda akan menemukan barakah yang lebih besar di dalamnya, sehingga kesempatan untuk meningkatkan pengaruh Anda dalam berbuat baik meningkat.

5) Manfaatkan Waktu Luang Anda

Seseorang harus sadar akan tugas sehari-hari mereka untuk dapat memanfaatkan waktu luang selama hari mereka. Jika Anda seorang siswa yang pulang pergi maka Anda bisa menghabiskan beberapa menit ekstra Anda harus membaca Alquran, atau jika Anda sedang menunggu makanan dimasak, Anda dapat memanfaatkan menit penundaan zikir dan istighfar dimana hadiah Anda Akan terus meningkat. Kita harus melatih lidah kita untuk terus mengingat Allah selama jam-jam puasa agar tidak menjadi orang-orang yang kurang hati. Isi selang waktu Anda dengan tindakan sunnah yang secara inheren ditelan oleh Barakah yang sangat besar: Mulailah setiap tindakan dengan bismillah, jadilah konsisten dengan adhkar pagi dan sore, ucapkan terima kasih kepada Allah dan Dia akan meningkatkan Anda, inilah semua cara untuk secara signifikan memperbesar Barakah di Harimu, perbuatan sederhana namun menjanjikan ganjaran penghargaan!

6) Berdoa di Waktu Mustajab

Terutama selama bulan Ramadhan, lidah kita harus menjadi lembab dengan dzikir dan doa ', dan walaupun kita harus selalu melakukan doa setiap siang, ada jam-jam tertentu yang tidak dapat dilewatkan. Ini termasuk:

  •     Sepertiga terakhir malam itu,
  •     Antara adzan dan iqama,
  •     Sebelum berbuka puasa,
  •     Dalam sujood

Waktu ini adalah berkat yang tak terbatas, di mana Allah berjanji untuk menjawab doa doa kita, jadi bagaimana kita bisa meninggalkan mereka dan malah menyibukkan diri dengan hal-hal sepele dan tidak penting?

Sumber utama barakah dalam hidup kita adalah Allah, karenanya, kita harus terus-menerus membuat doa untuk barakah di zaman dan perbuatan kita. Doa berikut meminta Allah untuk melakukan apa yang telah kita berikan; Ini adalah bagian dari Dua Qunoot yang terkenal dan yang indah untuk memohon kepada Allah dengan:

{وبارك لي فيما أعطيت}

"Wa baarik lee feemaa 'a'atayta"

"Dan berkatilah aku dalam apa yang telah Engkau anugerahkan"

Titik untuk Refleksi

Imam Al-Bukhari, Muhaddith yang agung, telah hafal dan mengumpulkan lebih dari 600.000 hadits di Saheeh-nya. Imam an-Nawawi, seorang sarjana besar lainnya, mulai mencari pengetahuan pada usia 19 (yang dianggap cukup terlambat), dan dia meninggal dunia pada usia 40. Namun, dalam rentang waktu singkat ini dia dapat meninggalkan seorang Buku warisan dan inspirasional yang luar biasa yang dirujuk sampai hari ini. Darimana mereka mendapatkan waktu untuk mencapai hal-hal ini, Anda mungkin bertanya-tanya? Pasti itu Barakah!

Bulan Ramadhan yang diberkati diliputi oleh kebajikan dan berkat yang luar biasa, inilah bulan dimana setiap ras jiwa mencapai belas kasihan dan pengampunan oleh Allah. Di dalamnya, hati telah diperbaiki, jiwa dibersihkan dan pikiran dimurnikan oleh rahmat Allah. Gagasan yang digariskan dalam artikel ini sangat sederhana namun sangat berdampak jika kita menerapkannya secara konsisten. Mari mendedikasikan waktu Ramadhan ini untuk memperkuat ikatan dengan Pencipta kita dan memanjat tangga pertumbuhan spiritual!

Semoga Allah mengizinkan kita untuk menyaksikan bulan yang telah lama dinanti ini dan menghujani kita belas kasih dan pengampunan-Nya yang tak terbatas! Ameen.

Referensi : islamiconlineuniversity

Saturday, 3 June 2017

Seberapa Aman YouTube untuk Anak-anak Muslim?

Seberapa Aman YouTube untuk Anak-anak Muslim?




YouTube adalah tempat yang tepat untuk menemukan video tentang apa saja dan segalanya. Dari kucing yang bermain piano dengan iklan menakjubkan yang Anda lihat baru-baru ini, ketik saja apa yang Anda cari dan pilih dari ratusan hasil yang Anda dapatkan!

Meskipun YouTube memberi siapa pun kebebasan untuk membuat dan mengunggah konten; Perlu ada sedikit kontrol. Ini adalah ruang bebas bagi siapa saja, dari segala usia dengan berbagai konten untuk ditonton. Dari video yang penuh kebencian ke orang dewasa, semuanya online dan sangat mudah ditemukan (N.B. YouTube memiliki beberapa batasan di konten mereka namun jumlahnya sangat sedikit). Namun kami memberi anak-anak kami, akses lengkap ke dunia konten yang beragam ini. Beberapa orang mungkin mengatakan bahwa mereka "Menambahkan kontrol terhadap perlindungan anak" tapi apakah kontrol ini selalu dapat diandalkan? Apakah Anda bersedia mengambil risiko?

Mungkin Anda mengenal anak-anak Anda dengan baik. Anda bahkan mungkin memiliki keyakinan bahwa mereka tidak akan pernah mencari hal-hal itu atau bahkan menggunakan platform semacam itu. Tapi bagaimana jika video tersebut sampai kepada mereka melalui iklan atau rekomendasi? Satu sentuhan disengaja dan mereka mungkin melihat hal-hal yang seharusnya tidak mereka lihat!

Dengan YouTube menjadi salah satu tujuan online terpopuler bagi anak-anak untuk menonton konten, dengan sekitar tiga perempat (73%) dari mereka yang berusia 5-15 tahun menggunakan situs video tersebut, tidak mengherankan bahwa bahaya tersebut ada di depan mereka! Hal ini juga menjadi hit dengan pre-schoolers dengan 37% secara teratur menonton. (Ofcom, 2016)

Jadi apakah itu mencemaskanmu sebagai orang tua? Apakah Anda mencari solusi?

YufidKids ada di sini untuk membantu!

YufidKids adalah aplikasi baru yang hebat yang mirip dengan Netflix untuk anak Muslim khusus dalam hidup Anda. Apakah mereka adalah anak laki-laki, anak perempuan, keponakan, sepupu atau bahkan hanya seorang teman, YufidKids memberi mereka pertunjukan besar untuk ditonton kapan saja, dan memberi ketenangan pikiran sepanjang waktu!

Tidak ada iklan tidak pantas!

Tidak ada video yang tidak pantas

Hanya menyenangkan, pertunjukan pendidikan untuk anak-anak Muslim dalam hidup Anda!

Jadi tunggu apa lagi?

Bergabunglah dengan YufidKids dan teman-teman untuk waktu yang tepat!

Inilah link ke YufidKids: https://yufid.tv/category/yufid-kids

Asal SEO

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done